Pages

Kamis, 24 Januari 2013

Model konseptual keperawatan




Makalah
Model Konseptual Keperawatan Menurut Dorothea Orem
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah IKD I
Dosen: Bu Nur Faidah S.Kep Ners

Oleh:
Nama: Zuhairotul Auliya
NIM: 2011011015
Kelas: PSIK I A
STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS
Program Studi Ilmu Keperawatan
2012


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur kehadirat Allah SWT, kami telah selesai mengerjakan tugas mata kuliah IKD I. Pada tugas ini, kami menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti sehingga dapat dengan mudah di cerna dan di ambil intisari dari materi ini. Makalah ini di harapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam pembelajaran IKD I.
Kami menyadari walaupun sudah berusaha sekuat kemampuan yang maksimal, mencurahkan segala pikiran dan kemampuan yang di miliki, tugas makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dari segi bahasa, pengolahan, maupun dalam penyusunan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik yang sifatnya membangun demi tercapai suatu dalam kesempurnaan dalam memenuhi kebutuhan dalam bidang mata ajar IKD I.

Kudus, 19 Januari 2012

Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Keperawatan sebagai pelayanan profesional, dalam aplikasinya harus dilandasi oleh dasar keilmuan keperawatan yang kokoh. Dengan demikian perawat harus mampu berfikir logis, dan kritis dalam menelaah dan mengidentifikasi fenomena respon manusia. Banyak bentuk-bentuk pengetahuan dan ketrampilan berfikir kritis harus dilakukan pada setiap situasi klien, antara lain degan menggunakan model-model keperawatan dalam proses keperawatan. Dan tiap model dapat digunakan dalam praktek keperawatan sesuai dengan kebutuhan.
Pemilihan model keperawatan yang tepat dengan situasi klien yang spesifik, memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang variable-variable utama yang mempengaruhi situasi klien. Langkah-langkah yang harus dilakukan perawat dalam memilih model keperawatan yang tepat untuk kasus spesifik adalah sebagai berikut :
  1. Mengumpulkan informasi awal tentang fokus kesehatan klien, umur, pola hidup dan aktivitas sehari-hari untuk mengidentifikasi dan memahami keunikan pasien.
  2. Mempertimbangkan model keperawatan yang tepat dengan menganalisa asumsi yang melandasi, definisi konsep dan hubungan antar konsep.
Dari beberapa model konsep, salah satu diantaranya adalah model self care yang diperkenalkan oleh Dorothea E. Orem. Orem mengembangkan model konsep keperawatan ini pada awal tahun 1971 dimana dia mempublikasikannya dengan judul "Nursing Conceps of Practice Self Care".

Model ini pada awalnya berfokus pada individu kemudian edisi kedua tahun 1980 dikembangkan pada multi person's unit (keluarga, kelompok dan komunitas) dan pada edisi ketiga sebagai lanjutan dari 3 hubungan konstruksi teori yang meliputi :
  1. Teori self care
  2. Teori self care deficit, dan
  3. Teori nursing system

1.2  Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk :
1)      Menjelaskan definisi dan konsep mayor Dorothea Orem
2)      Menjelaskan model konseptual keperawatan Dorothea Orem
3)      Menjelaskan teori model self care dari Dorothea Orem











BAB II
LANDASAN TEORI

1.1  Pengertian Konsep dan Teori Keperawatan
Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat di organisir menjadi symbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untukmnyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan. Teori itu sendiri merupakan sekelompok konsep yang  membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskansuatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari oleh fakta-fakta yang telah diobservasi tetapi kurang absolute atau bukti secara langsung.
Teori keperawatan menurut barnum tahun 1990 merupakan usaha-usaha untuk menguraikan atau menjelaskan  fenomena mengenai keperawatan. Melalui teori keperawatan dapat dibedakan   apakah keperawatan termasuk  disiplin ilmu atau aktivitas lainnya.
Teori keperawatan digunakan untuk menyusun suatu model konsep dalam keperawatan, sehingga model keperawatan ini member arti aplikasi dari struktur keperawatan itu sendiri yang memungkinkan perawat untuk menerapkan cara mereka bekerja dalam batas kewenangan sebagai seorang perawat. Model konsep keperawatan ini digunakan dalam menentukan model prakti keperawatan, mengingat dalam model praktik keperawatan mengandung komponen dasar seperti adanya keyakinan dan nilai yang mendasari sebuah model, adanya tujuan praktik yang ingin dicapai dalam memberikan pelayanan kepada kebutuhan semua pasien serta adanya pengetahuan dan ketrampilan dalam hal ini dibutuhkan oleh perawat dalam mengembangkan tujuannya.




BAB III
PEMBAHASAN

1.1  Model konsep dan teori keperawatan Dorothea Orem
Model konsep menurut Dorothea Orem yang dikenal dengan Model Self Care memberikan pengertian jelas bahwa bentuk pelayanan keperawatan dipandang dari suatu pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar dengan tujuan mempertahankan kehidupan, kesehatan, kesejahteraan sesuai dengan keadaan sehat dan sakit, yang ditekankan pada kebutuhan klien tentang perawatan diri sendiri.
Model self care (perawatan diri) ini memiliki keyakinan dan nilai yang ada dalam keperawatan diantaranya dalam pelaksanaan berdasarkan tindakan atas kemampuan. Self care didasarkan atas kesengajaan serta dalam pengambilan keputusan dijadikan sebagai pedoman dalam tindakan, setiap manusia menghendaki adanya self care dan sebagai bagian dari kebutuhan dasar manusia, seseorang mempunyai hak dan tanggung jawab dalam perawatan diri sendiri dan orang lain dalam memelihara kesejahteraan, self care juga merupakan perubahan tingkah laku secara lambat dan terus menerus didukung atas pengalaman social sebagai hubungan interpersonal, self care akan meningkatkan harga diri seseorang dan dapat mempengaruhi dalam perubahan konsep diri.
Dalam pemahaman konsep keperawatan khususnya dalam pandangan pemenuhan kebutuhan dasar, Orem membagi dalam kelompok kebutuhan dasar yang terdiri dari pemeliharaan dalam pengambilan udara (oksigenasi), pemeliharaan pengambilan air, pemeliharaan dalam pengambilan makanan, pemeliharaan kebutuhan proses eliminasi, pemeliharaan keseimbangan aktivitas dan istirahat, pemeliharaan dalam keseimbangan antara kesendirian dan interaksi social, kebutuhan akan pencegaan risiko pada kehidupan manusia dalam keadaan sehat dan kebutuhan dalam perkembangan kelompok social sesuai dengan potensi, pengetahuan dan keinginan manusia.

1.2  Teori Keperawatan Orem
Pandangan Teori Orem dalam tatanan pelayanan keperawatan ditujukan kepada kebutuhan individu dalam melakukan tindakan keperawatan mandiri serta mengatur dalam kebutuhannya. Dalam konsep praktik keperawatan Orem mengembangkan tiga bentuk teori self care, diantaranya:
Ø  Perawatan Diri Sendiri (self care)
Dalam teori self care, Orem mengemukakan bahwa self care meliputi:
1)      Self care itu sendiri
Yang merupakan aktivitas dan inisiatif dari individu serta dilaksanakan oleh individu itu sendiri dalam memenuhi serta mempertahankan kehidupan, kesehatan serta kesejahteraan.
2)      Self care agency
Merupakan suatu kemampuan individu dalam melakukan perawatan diri sendiri, yang dapat dipengaruhi oleh usia, perkembangan, sosiokultural, kesehatan dan lain-lain.
3)      Adanya tuntutan atau permintaan dalam perawatan diri sendiri
Yang merupakan tindakan mandiri yang dilakukan dalam waktu tertentu untuk perawatan diri sendiri dengan menggunakan metode dan alat dalam tindakan yang tepat.
4)  Kebutuhan self care merupakan suatu tindakan yang ditujukan pada penyediaan dan perawatan diri sendiri yang bersifat universal dan berhubungan dengan proses kehidupan manusia serta dalam upaya mempertahankan fungsi tubuh.
5) Self care yang bersifat universal itu adalah aktivitas sehari-hari (ADL) dengan mengelompokkan ke dalam kebutuhan dasar manusia.
6)    Untuk perkembangan kepercayaan diri serta ditujukan pada penyimpangan kesehatan yang memiliki cirri keperawatan yang diberikan dalam kondisi sakit atau dalam proses penyembuhan.


1.3  Self Care Defisit
Merupakan bagian penting dalam perawatan secara umum dimana segala perencanaan keperawatan diberikan pada saat perawatan dibutuhkan yang dapat diterapkan pada anak yang belum dewasa, atau kebutuhan yang melebihi kemampuan serta adanya perkiraan penurunan kemampuan dalam perawatan dan tuntunan dalam tuntunan dalam peningkatan self care, baik secara kualitas maupun kuantitas. Dalam pemenuhan perawatan diri serta membantu dalam proses penyelesaian masalah, Orem memiliki metode untuk proses tersebut diantaranya bertindak atauberbuat untuk orang lain, member support, meningkatkan pengembangan lingkungan untuk pengembangan pribadi serta mengajarkan atau mendidik pada orang lain.
Dalam praktik keperawatan Orem melakukan identifikasi kegiatan praktik dengan melibatkan pasien dan keluarga dalam pemecahan masalah, menentukan kapan dan bagaimana pasien memerlukan bantuan keperawatan, bertanggung jawab terhadap keinginan, permintaan, serta kebutuhan pasien, mempersiapkan bantuan secara teratur bagi pasien dan mengoordinasi serta mengintegrasikan keperawatan dalam kehidupan sehari-hari pada pasien dan asuhan keperawatan diperlukan ketika klien tidak mampu memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, perkembangan dan social.
1.4  Teori system Keperawatan
Merupakan teori yang menguraikan secara jelas bagaimana kebutuhan perawatan diri pasien terpenuhi oleh perawat atau pasien sendiri, yang didasari pada Orem yang mengemukakan tentang pemenuhan kebutuhan diri sendiri, kebutuhan pasien dan kemampuan pasien dalam melakukan perawatan mandiri. Dalam pandangan teori system ini, Orem memberikan identifikasi dalam system pelayanan keperawatan, diantaranya:
1.      System Bantuan secara penuh (Wholly Compensatory System)
Merupakan suatu tindakan keperawatan dengan memberikan bantuan secara penuh pada pasien, dikarenakan ketidakmampuan pasien dalam memenuhi tindakan perawatan secara mandiri yang memerlukan bantuan dalam pergerakan, pengontrolan dan ambulasi serta adanya manipulasi gerakan. Pemberian bantuan system ini dapat dilakukan pada orang yang tidak mampu melakukan aktifitas dengan sengaja. Seperti pada pasien koma, pada pasien yang sadar dan mungkin masih dapat membuat suatu pengamatan dan penilaian tentang cedera atau masalah yang lain, akan tetapi tidak mampu dalam melakukan tindakan ambulasi atau manipulasi gerakan, seperti pada pasien fraktur vertebra dan pada pasien yang tidak mampu mengurus sendiri, membuat penilaian serta keputusan dalam self care-nya dan pasien tersebut masih mampu melakukan ambulasi dan mungkin dapat melakukan beberapa tindakan self care-nya melalui bimbingan secara continue seperti pada pasien retardasi mental.
2.      System bantuan sebagian (Partially Compensatory System)
Merupakan system dalam pemberian perawatan diri secara sebagian saja dan ditujukan kepada pasien yang memerlukan bantuan secara minimal. Seperti pada pasien yang post operasi abdomen, dimana pasien ini memiliki kemampuan seperti cuci tangan, gosok gigi dan cuci muka. Akan tetapi butuh pertolongan perawat dalam ambulasi dan melakukan perawatan luka.
3.      System suportif dan edukatif
Merupakan system bantuan yang diberikan pada pasien yang membutuhkan dukungan pendidikan dengan harapan pasien mampu memerlukan perawatan secara mandiri. System ini dilakukan agar pasien mampu melakukan tindakan keperawatan setelah dilakukan pembelajaran. Pemberian system ini dapat dilakukan pada pasien yang memerlukan informasi dalam pengaturan kelahiran.




Dalam pandangan tentang teori dan konsep keperawatan, Orem mempunyai pandangan bahwa teori dan konsep dilakukan untuk merefleksikan antara individu dengan lingkungan, menggambarkan apa yang mereka lakukan, menggunakan kreasi dalam berpikir dan berkomunikasi, serta dalam melakukan perbuataan seharusnya sesuai dengan diri dan lingkungan sehingga dalam prakteknya, Orem menggunakan langkah dalam proses keperawatan dengan menentukan diagnosis dan perintah, menentukan mengapa keperawatan dibutuhkan, menganalisis dan menginterprestasikan dengan membuat keputusan, merancang system perawatan dengan merencanakan sesuai dengan system perawatan yang dibutuhkan, mengusahakan dalam pengaturan dan pengontrolan perawatan yang akan diberikan dalam memenuhi keterbatasan perawatan diri sendiri, mengatasi masalah keterbatasan serta mempertahankan dan menjaga kemampuan pasien dalam perawatan diri.
















BAB IV
PENUTUP

Dengan mempelajari model konsep atau teori keperawatan sebagaimana disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan bahwa perawat harus memahami apa yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh haknya secara tepat dan benar. Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep atau teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan asuhan keperawatan yang relevan .
Model konsep atau teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan-kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehya sendiri kecuali jika tidak mampu. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan.
Untuk dapat menerapkan model konsep atau teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang terapeutik.













DAFTAR PUSTAKA

1.      Kapuk Online. (RS PKU Muhammadiyah Solo).  Teori Konseptual Keperawatan Dorothea Orem. http:kapukpkusolo.blogspot.com, edisi 23 Januari 2011.
2.      Hidayat, A.Aziz Alimul. 2008. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar